Minggu, 21 April 2024

Cara Menanam Durian yang Benar dari Memilih Bibit sampai Panen


Durian merupakan tanaman buah yang tumbuh baik di daerah tropis yang membutuhkan suhu dan kelembpana tinggi. Tanaman ini akan tumbuh optimal di dataran sedang hingga rendah.

Siapkan bibit durian
Bibit durian bisa didapatkan dari perbanyakan generatif maupun perbanyakan vegetatif. Perbanyakan generatif didapatkan dari biji buah durian yang disemai. Sedangkan perbanyakan vegetatif bisa didapatkan dari stek pohon durian, sambung pucuk, dan lain sebagainya.

Penyiapkan lahan
Penanaman Lahan yang akan digunakan untuk menanam durian harus dibersihkan terlebih dahulu dari gulma, sisa tanaman sebelumnya, dan kotoran lain. Setelah itu, lahan di gemburkan dengan cara dicangkul. Jangan lupa untuk membuat parit agar drainasenya baik. 

Penanaman durian
Cara menanam durian diawali dengan membuat lubang yanam dengan ukuran 80 x 80 x 70 cm atau 70 x 70 x 60 cm. Jarak tanam antar lubang yaitu 10-12 m. 
Lubang tanam dibuat setidaknya 2-4 minggu sebelum tanam. Tanah galian dibagi secara terpisah antara bagian atas dengan bagian bawah. Kemudian, tambahkan kompos atau pupuk kandang sekitar 30 kg/ lubang dan biarkan selama 2-3 minggu. Bibit kemudian ditanam di lubang tanam tersebut dan tutup lubang tanam menggunakan tanah galian kemudian padatkan. Penanaman sebaiknya dilakukan saat awal msim hujan. 

Penyiraman
Di awal pertumbuhan, penyiraman dilakukan setiap hari atau sesuai dengan kondisi cuaca. Kemudian, pada saat tanaman mulai berbuah, penyiraman dilakukan 1-3 kali seminggu di musim panas.

Penyiangan
Penyiangan dilakukan saat area budidaya mulai ditumbuhi rumput atau gulma. Penyiangan saat tanaman masih muda harus dilakukan secara hati-hati.

Pemupukan susulan
Saat tanaman berumur 1 tahun, aplikasikan pupuk NPK 500 g. Saat berumur 1 tahun, pupuk NPK yang diberikan sebanyak 1 kg. Sedangkan pada umur 3 dan 4 tahun, diberikan pupuk NPK sebanyak 1,5 kg dan 2 kg. Pemupukan dilakukan dengan cara membuat lubang pemupukan yang melingkari tanaman. Kedalaman lubang sekitar 10-15 cm. Setelah itu, taburkan pupuk di lingkaran pemupukan tersebut dan tutup dengan tanah.

Pengendalian hama dan penyakit
Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan menyemprotkan pestisida sesuai dengan jenis hama atau penyakit yang menyerang. Pemberian pestisida juga harus memperhatikan dosis dan cara aplikasi agar efektif dan efisien.

Panen
Tanaman durian akan mulai berbunga saat tanaman berumur kurang lebih 8 tahun. Kemudian, 4-5 buan setelahnya, buah sudah mulai matang. Buah yang sudah matang akan jatuh sendiri. Namun, Anda juga bisa memanennya dengan cara dipetik langsung kemudian dianginkan 1-2 hari, lalu diperam.

BUDIDAYA PISANG


Pisang (Musa paradisiaca) merupakan buah yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Rasanya yang manis dengan tekstur yang empuk membuatnya sangat digemari masyarakat. Indonesia adalah negara penghasil buah pisang terbesar di Asia. Produksinya mencapai lebih dari 50% produksi pisang negara-negara Asia dengan lebih dari 200 jenis pisang yang tersebar di Indonesia. Pisang juga bermanfaat untuk kesehatan dan mempunyai manfaat ekonomi. Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri dan memenuhi permintaan ekspor, maka perlu dilakukan pengembangan budidaya pisang yang berkualitas.

Sebelum mengetahui cara budidaya pisang, terlebih dahulu harus diketahui syarat tumbuh tanaman pisang antara lain: 1) Setiap rumpun paling banyak 2-3 pohon; 2) Kemiringan lahan maksimum 45 derajat, lahan harus diteras, penguat teras harus dipelihara dengan baik dan bahan mulsa (sisa dedaunan) dikumpulkan di bawah pohon pisang; 3) Bila kesuburan tanah rendah, dilakukan pemupukan kompos secukupnya atau dengan pupuk buatan. yaitu pupuk ZA 200 g/tanaman/tahun, pupuk TSP 100 g/tanaman/tahun, pupuk KCl 150 g/tanaman/tahun.

Persiapan lahan

Lahan harus bebas dari alang-alang, selanjutnya pembuatan lubang tanaman dengan ukuran 60 x 60 x 50 cm dengan jarak antar lubang tanam 3-4 m. Setiap lubang diisi pupuk kandang atau kompos.

Seleksi dan penanaman bibit

Bibit yang digunakan berasal dari anakan tanaman pisang yang berkualitas yang dihasilkan dari metode bit (bonggol). Bibit didederkan pada media tanah campur pasir (1:1). Setelah satu minggu, bibit mulai berakar dan dipindahkan ke polybag. Setelah 2 (dua) bulan kemudian bibit siap dipindahkan ke lahan. Bibit ditanam dalam setiap lubang sebanyak 1 bibit. Penanaman bibit sebaiknya dilaksanakan pada awal musim hujan,

Pemupukan

Sebulan setelah ditanam, dipupuk dengan campuran 250 gr ZA, 100 gr DS dan 150 gr ZK per tanaman. Pemupukan tersebut diulang setiap tiga bulan sekali. Pupuk dibenamkan melingkar di sekeliling tanaman.

Penjarangan tanaman

Penjarangan anakan ditujukan untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan sehingga tanaman dapat menghasilkan tandan yang lebih besar dan berkualitas baik dengan cara memilih anakan pedang. Untuk anakan kedua yang dipelihara berasal dari anakan pertama, dan anakan ketiga berasal dari anakan kedua. Pemeliharaan anakan sebaiknya dimulai setelah induknya berumur 4-6 bulan. Pemeliharaan tanaman induk dengan ketiga anakannya sebaiknya merupakan bentuk melingkar.

Pemotongan jantung pisang

Setelah bunga terakhir pada jantung mekar yang ditandai dengan pertumbuhan buah yang kecil-kecil dan lambat, sisa jantung segera dipotong. Pemotongan jantung tersebut dapat meningkatkan produksi buah sekitar 2-5%.

Pemeliharaan

Penyakit layu pada pisang terdiri dari penyakit layu fusarium dan penyakit layu bakteri. Penyakit layu fusarium disebabkan oleh jamur Fusarium oxysparum. Jamur penyebab penyakit ini hidup di dalam tanah, kemudian masuk ke akar, selanjutnya masuk ke bonggol dan jaringan pembuluh. Gejala penyakit ini, yakni sepanjang jaringan pembuluh pada batang semu berwarna coklat kemerahan. Selain itu, daun akan menguning dan menjadi layu, tangkainya menjadi terkulai dan patah, lapisan luar batang semu terbelah dari bawah ke atas. Ciri khasnya ialah jika pangkal batang dibelah membujur, terlihat garis-garis coklat atau hitam dari bonggol ke atas melalui jaringan pembuluh ke pangkal dan tangkai daun.

Penularan penyakit ini melalui bibit, tanah, dan air yang mengalir mengandung spora jamur. Penyakit layu bakteri disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum.

Bisa juga disebut penyakit dara karena bila akar tinggal/bonggol tanaman sakit dipotong maka keluar cairan kental yang berwarna kemerahan..

Penularan penyakit ini dapat terjadi karena bibit terinfeksi, serangga yang mengunjungi bunga, alat-alat pemangkasan dan kontak akar.

Cara pencegahannya penyakit layu, antara lain: 1) Menanam bibit pisang yang sehat, 2) Melakukan pemupukan yang seimbang, 3) Sanitasi dan drainase yang baik agar waktu hujan, air tidak mengalir dan tergenang di permukaan tanah, 4) Memelihara tanaman dengan hati-hati untuk mengurangi terjadinya luka pada akar, dan 5) Untuk mencegah penularan oleh serangga melalui luka pada bunga yang rontok, maka dapat dilakukan pemotongan jantung.

Pemanenan

Pada musim kemarau, buah pisang sudah bisa dipanen setelah 80 hari sejak keluarnya jantung, dan pada musim hujan setelah 120 hari. Ciri-ciri buah pisang yang sudah bisa dipanen antara lain: 1) kulit buah menjadi lebih cerah, 2) bentuk buah lebih membulat tidak bersiku, 3) saat panen buah jangan sampai terjadi banyak luka pada kulit buah akibat benturan atau gesekan agar mutu dan penampakan buah tetap baik dan menarik.

Cara Menanam Durian yang Benar dari Memilih Bibit sampai Panen

Durian merupakan tanaman buah yang tumbuh baik di daerah tropis yang membutuhkan suhu dan kelembpana tinggi. Tanaman ini akan tumbuh optimal...